SEMANGAT NASIONALISME DAN SEMANGAT KEBANGSAAN
a. Tahun 1602
Di tahun ini, tepatnya pada 20 Maret, VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) yaitu sebuah persekutuan dagang Belanda datang ke Indonesia untuk memonopoli perdagangan rempah-rempah di Nusantara. Hal ini dilakukan melalui penggunaan dan ancaman kekerasan terhadap penduduk di kepulauan-kepulauan penghasil rempah-rempah, dan terhadap orang-orang non-Belanda yang mencoba berdagang dengan para penduduk tersebut. VOC juga memiliki markas yang berada di Batavia atau yang saat ini bernama Jakarta. (id.m.wikipedia.org)
b. Tahun 1808
Pada 5 Januari 1808, pemerintah Belanda menugaskan Marsekal Herman Willem Daendels di tanah Jawa tepatnya di Batavia atas utusan Perancis untuk mempersiapkan Jawa sebagai basis pertahanan Perancis melawan Inggris.
Daendels sering meminta akses pengelolaan sumber daya alam dan perbudakan rakyat Jawa dengan tekanan kekuatan militer. Bahkan ia juga memaksa para penduduk Jawa membangun jalur transportasi dari Anyer hingga Panarukan. Cara yang diterapkan Daendels dianggap tidak berbudaya dan melanggar tata krama yang menimbulkan kemarahan dari keraton.
Hal tersebut menjadi latar belakang terjadinya Perang Diponegoro karena Pangeran Diponegoro yang menaruh perhatiannya kepada keraton saat Belanda mulai banyak mencampuri urusan internal keraton, masalah pungutan pajak yang tinggi kepada para petani. (cnnindonesia.com)
c. Tahun 1828
Di tahun ini, Bosch dipanggil oleh sang raja. Ia ditunjuk menjadi juru selamat dengan tugas mengisi kas kerajaan dari hasil eksploitasi Hindia Timur yang tidak lain adalah Jawa. Satu tahun setelahnya, sambil membawa rancangan Sistem Tanam Paksa, Bosch bertolak kembali ke Hindia Belanda sebagai Gubernur Jenderal dan tiba pada Januari 1830.
Eksploitasi sebenarnya bukan satu-satunya tujuan Bosch saat merancang Tanam Paksa. Ia malah menganggapnya ibarat institusi sosial untuk meningkatkan kemakmuran negara koloni. Ia memimpikan sebuah sistem yang bebas dari liberalisme layaknya sistem buatan Raffles yang berkutat pada sewa dan pajak tanah.
Bosch meyakini bahwa petani Jawa yang masih hidup dalam kemiskinan lebih baik dibebani jenis pajak yang tidak menghabiskan uang mereka. Jauh lebih mudah jika setiap desa menyerahkan seperlima tanah pertaniannya untuk ditanami tanaman ekspor. Banyak ahli yang menilai usulan Bosch itu tidak pernah dirumuskan secara tegas. Akibatnya, rancangan di atas kertas sangat berbeda jauh dengan pelaksanaannya. (elshinta.com)
d. Tahun 1860
Pada tahun ini, Max Havelaar diterbitkan oleh seorang penulis di Belanda bernama Edward Douwes Dekker yang secara jelas dan lantang membeberkan nasib buruk rakyat yang dijajah di Nusantara. Buku tersebut bercerita tentang sistem tanam paksa yang menindas kaum bumiputra di Lebak, Banten. (id.m.wikipedia.org)
Di negeri Belanda, Max Havelaar dengan cepat mengegerkan kalangan konservatif yang mendukung kolonialisme. Tetapi bagi kaum liberal kehadiran buku ini malah disambut baik karena mengilhami mereka untuk mendesak pemerintah Belanda memperlakukan rakyat pribumi secara lebih baik. Akhirnya pemerintah Belanda membuat kebijakan Politik Etis yang mencakup edukasi, irigasi, dan emigrasi. (goodnewsfromindonesia.com)
e. Tahun 1908
Di tahun ini, sebuah organisasi pergerakan pemuda bernama Budi Utomo yang bertujuan untuk mencapai kemerdekaan Indonesia resmi berdiri. Pencetus Budi Utomo ialah para pelajar STOVIA (Sekolah Kedokteran di Batavia), yaitu Sutomo, Wahidin Sudirohusodo, Soeradji, dan Gunawan Mangunkusumo.
Berdirinya Budi Utomo tidak terlepas dari penerapan kebijakan Politik Etis yang berlaku pada masa pemerintahan kolonial Belanda.
Maka dari itu, Belanda mulai mendirikan beberapa sekolah untuk rakyat pribumi.
Berdirinya sekolah-sekolah ini lantas mendorong munculnya kaum terpelajar di Indonesia, salah satunya para pelajar yang mendirikan Budi Utomo.
Wahidin Sudirohusodo melancarkan kampanye untuk mendirikan Budi Sutomo di suatu pertemuan pada akhir 1907. Sutomo tertarik untuk bergabung karena memiliki tujuan yang sama, yaitu mencapai cita-cita bangsa.
Berawal dari situ, lahirlah organisasi Budi Utomo pada 20 Mei 1908, yang kemudian di setiap tanggal 20 Mei diperingati oleh masyarakat Indonesia sebagai Hari Kebangkitan Nasional. (kompas.com)
f. Tahun 1928
28 Oktober 1928, para pemuda Indonesia bersatu untuk membuat keputusan. Keputusan itu saat ini diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda.
Selain sumpah pemuda, serangkaian peristiwa lainnya pernah terjadi pada 28 Oktober dari tahun ke tahun yang diawali dengan deklarasi Sumpah Pemuda.
Pada 27 Oktober 1928, digelar kongres pemuda II yang menghasilkan sumpah pemuda dan diikrarkan oleh para pemuda yang menegaskan cita-cita 'Tanah Air Indonesia', 'Bangsa Indonesia', dan 'Bahasa Indonesia' tepat pada 28 Oktober 1928 atau sehari setelah kongres pemuda II.
Kongres pemuda II yang kemudian dikenal dengan tujuan sumpah pemuda yang bermaksud untuk melahirkan cita-cita semua perkumpulan pemuda pemuda Indonesia, membicarakan beberapa masalah pergerakan pemuda Indonesia, memperkuat kesadaran kebangsaan Indonesia, dan memperteguh persatuan Indonesia. (nasional.okezone.com)
g. Tahun 1945
Di tahun ini, tepatnya pada 17 Agustus pukul 03.00 WIB, naskah proklamasi kemerdekaan dibacakan oleh Soekarno-Hatta atas nama Bangsa Indonesia. Naskah proklamasi tersebut disusun oleh Soekarno, Hatta, dan Soebardjo di rumah Laksamana Maeda sebanyak dua alinea yang kemudian diketik oleh Sayuti Melik. (m.tribunnews.com)
h. Tahun 2022
Indonesia merupakan negara yang kaya akan keberagaman. Perjuangan kemerdekaan yang sudah diraih di masa lalu oleh pahlawan-pahlawan Indonesia harus tetap kita pertahankan. Perjuangan yang kita lakukan di masa sekarang tidak ternilai dari peperangan yang kita hadapi, namun dari upaya-upaya lain seperti menekankan sikap toleransi, melestarikan kebudayaan bangsa, giat belajar agar dapat meningkatkan pendidikan di Indonesia, dan lain sebagainya.
Komentar
Posting Komentar